Sergio Arribas Cetak Gol Menit 122 dan Selamatkan Almeria dari Kejutan Copa del Rey

Sergio Arribas menjadi penentu kemenangan dramatis UD Almeria atas UD Castellonense pada putaran pertama Copa del Rey 2026/2027. Bertanding di Campo de Fútbol Eliseo Pla Ramírez pada Selasa, 27 Oktober 2026, Almeria harus berjuang hingga menit ke-122 untuk mengamankan kemenangan 2-1. Castellonense sempat unggul melalui gol Agustín Murillo pada menit ke-93 sebelum Thalys menyamakan kedudukan pada menit ke-112. Ketika pertandingan hampir memasuki adu penalti, Arribas mencetak gol kemenangan melalui titik putih. Hasil tersebut memperlihatkan betapa sulitnya persaingan Sepak Bola dengan sistem gugur, sekaligus memastikan Almeria melanjutkan perjalanan di Piala Raja Spanyol.
Almeria Selamat dari Kejutan Castellonense Berkat Penalti Arribas
Keberhasilan UD Almeria mengalahkan UD Castellonense dengan skor 2-1 memperlihatkan persaingan luar biasa dalam turnamen domestik sepak bola Spanyol. Skuad berjuluk Rojiblancos harus menghadapi perlawanan sengit tuan rumah. Kendati datang dengan reputasi sebagai tim profesional yang lebih berpengalaman, Almeria tidak mampu mengamankan kemenangan dengan mudah. Perlawanan Castellonense meningkatkan ketegangan hingga menit terakhir. Akan tetapi, keberhasilan pemain pengganti tersebut memastikan kemenangan tim tamu.
Gol Sergio Arribas memiliki arti penting karena muncul menjelang adu penalti. Sepanjang sebagian besar pertandingan, Almeria tidak mampu memaksimalkan sejumlah kesempatan. Selain kesulitan menyerang, tim tamu sempat tertinggal lebih dahulu ketika perpanjangan waktu baru dimulai. Saat waktu pertandingan terus berkurang, kepercayaan diri seluruh skuad menjadi faktor penting. Kebangkitan melalui gol Thalys kemudian menciptakan kesempatan bagi Arribas untuk mencetak gol kemenangan.
Peluang Castellonense Menguji Ketangguhan Penjaga Gawang Almeria
Pertandingan yang digelar di Campo de Fútbol Eliseo Pla Ramírez dibuka dengan situasi sulit bagi Almeria. Dalam menit-menit pertama, Castellonense berhasil membangun ancaman menuju gawang melalui tekanan terhadap pertahanan lawan. Peluang pertama yang menjanjikan bahkan membuat bola mengenai bagian atas mistar. Ancaman awal Castellonense memberikan peringatan bagi Almeria bahwa tim tuan rumah siap memberikan perlawanan. Tim yang ditangani Iñaki Rodríguez Pla menunjukkan semangat kompetitif ketika berusaha memanfaatkan kesempatan tampil di Copa del Rey.
Sepanjang babak pertama, Castellonense memperlihatkan kedisiplinan dalam bertahan. Tim tuan rumah berusaha mempersempit ruang agar Almeria tidak mudah melepaskan tembakan. Sementara itu, para pemain Rojiblancos meningkatkan upaya menciptakan peluang melalui penguasaan bola. Meski berusaha menekan, kedisiplinan tuan rumah menghambat upaya membuka keunggulan. Ketika babak pertama berakhir, skor masih 0-0. Kondisi pertandingan pada jeda memberikan harapan besar bagi Castellonense untuk terus memberikan perlawanan.
Performa Yaakobishvili Menjaga Peluang Almeria Bertahan di Copa del Rey
Selain menghadapi pertahanan rapat, Almeria juga harus mengantisipasi peluang yang diciptakan tuan rumah. Ketika lini belakang menghadapi ancaman, Áron Yaakobishvili memiliki peran sangat penting. Yaakobishvili berhasil melakukan sejumlah penyelamatan sehingga gawang Almeria tidak mudah dibobol. Penampilannya memberikan dampak langsung karena tim tuan rumah aktif menyerang. Kemampuan mengantisipasi tembakan berperan mempertahankan harapan meraih kemenangan.
Dalam pertandingan sistem gugur, kontribusi pemain di bawah mistar memiliki pengaruh besar. Respons cepat menghadapi peluang lawan dapat mempertahankan peluang tim. Situasi seperti itu menjadi bagian dari penampilan Yaakobishvili ketika bermain di kandang lawan. Meskipun akhirnya kebobolan, performa pada fase-fase sulit membantu menjaga pertandingan tetap terbuka. Untuk skuad García Pimienta, kontribusi Yaakobishvili memiliki arti penting dalam kebangkitan pada perpanjangan waktu.
Castellonense Hampir Menciptakan Kejutan Bersejarah
Ketika pertandingan memasuki perpanjangan waktu, kedua klub menghadapi fase penentuan. Skuad asuhan Iñaki Rodríguez Pla tidak kehilangan semangat menyerang. Upaya memanfaatkan kesempatan akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-93 melalui Agustín Murillo. Murillo mampu memanfaatkan kesempatan melalui sepak pojok. Melalui sundulan yang terarah, Murillo membawa Castellonense unggul 1-0. Penyelesaian pada menit ke-93 meningkatkan kepercayaan diri bagi seluruh pemain Castellonense.
Gol Agustín Murillo menempatkan tim tamu mendekati eliminasi. Klub yang lebih diunggulkan harus mencari gol penyeimbang sebelum pertandingan berakhir. Sebaliknya, Castellonense terus melindungi keunggulan satu gol. Saat lawan dari kasta lebih rendah berada di depan, kemampuan mengelola waktu memegang peranan besar. Akan tetapi, jarak minimal dalam kedudukan belum dapat menjamin kemenangan. Duel yang berlangsung lebih dari 90 menit akhirnya memasuki fase paling dramatis ketika waktu semakin mendekati akhir.
Thalys Menyamakan Kedudukan Almeria pada Menit ke-112
Setelah tertinggal sejak menit ke-93, Almeria mencoba mempertahankan tekanan terhadap pertahanan Castellonense. Tim asuhan García Pimienta memahami bahwa peluang menghindari eliminasi terus berkurang. Upaya mengembangkan serangan berhasil mengembalikan harapan pada menit ke-112 melalui Thalys. Thalys berhasil memanfaatkan operan terarah dari sisi lapangan dengan penyelesaian menggunakan kepala. Keberhasilan Thalys menyamakan skor pertandingan. Momen tersebut menciptakan momentum positif bagi Almeria.
Kontribusi pemain Almeria tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses gol penyeimbang. Pemain yang memulai pertandingan sebagai bek kanan berhasil menciptakan peluang melalui sisi lapangan ketika timnya membutuhkan gol. Kualitas distribusi menuju penyerang menjadi unsur penting oleh Thalys. Sementara itu, kemampuan membaca arah umpan memungkinkan terjadinya gol. Kerja sama tersebut menunjukkan manfaat koordinasi antarpemain pada fase kritis pertandingan. Dengan skor kembali imbang, peluang kedua tim kembali terbuka.
Gol dari Titik Putih Membawa Almeria Melaju ke Putaran Kedua
Menjelang berakhirnya perpanjangan waktu, Almeria kembali mendapatkan kesempatan melalui aksi menyerang dari Miguel de la Fuente. Dalam proses serangan itu, Álex Sola dijatuhkan oleh pemain lawan di dalam kotak penalti Castellonense. Bek tuan rumah itu melakukan pelanggaran sehingga wasit menunjuk titik putih. Keputusan tersebut membuat Castellá diusir bagi Dídac Castellá. Situasi tersebut menjadi titik balik menentukan bagi Almeria untuk menghindari adu penalti.
Gelandang serang Almeria tersebut dipercaya menjadi eksekutor penalti pada menit ke-122. Saat seluruh perhatian tertuju ke titik putih, Arribas memperlihatkan ketenangan untuk menyelesaikan kesempatan dengan akurat. Bola yang dilepaskannya menghasilkan gol kemenangan sehingga tim tamu memimpin untuk pertama kalinya. Penyelesaian Arribas langsung memberikan kegembiraan bagi seluruh skuad Rojiblancos. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-2 dan perjalanan Almeria di Copa del Rey berlanjut. Penyelesaian pada detik-detik terakhir memberikan akhir yang menegangkan setelah laga panjang yang hampir berlanjut ke adu penalti.
Kesimpulan Kemenangan Dramatis Almeria atas Castellonense
Keberhasilan skuad García Pimienta atas UD Castellonense dengan skor 2-1 menjadi bukti nyata mentalitas pantang menyerah dalam dunia Sepak Bola. Kendati hampir tersingkir akibat keunggulan lawan, Almeria sukses membalikkan keadaan melalui gol Thalys pada menit ke-112 dan penalti Sergio Arribas pada menit ke-122. Di sisi lain, Castellonense berhasil menunjukkan perlawanan berani setelah hampir menciptakan kejutan bersejarah. Kemenangan tersebut menghadirkan pengalaman berharga bagi Almeria untuk menghadapi putaran berikutnya. Meski berhasil lolos, kualitas penyelesaian akhir tetap membutuhkan evaluasi agar kesulitan serupa dapat dihindari. Menurut Anda, apakah penalti penentu kemenangan Almeria layak menjadi salah satu momen terbaik dalam Copa del Rey musim ini? Sampaikan pandangan Anda mengenai penampilan Sergio Arribas dan Thalys.








