Info Pemain

Dejan Kulusevski Ungkap Perubahan Metode Pemulihan setelah Absen Selama 17 Bulan

Dejan Kulusevski akhirnya mengungkap perjalanan panjang pemulihan cedera lutut yang membuatnya absen selama 17 bulan dari pertandingan kompetitif bersama Tottenham Hotspur. Dalam wawancara yang diberitakan pada 30 Oktober 2026, gelandang asal Swedia tersebut menjelaskan bagaimana perubahan pendekatan fisioterapi menjadi titik balik setelah berulang kali mengalami kemunduran. Kulusevski bahkan sempat meragukan kelanjutan karier Sepak Bola profesionalnya karena kesulitan melakukan aktivitas sederhana, termasuk menaiki tangga. Setelah menjalani dua operasi dan menemukan pendekatan rehabilitasi yang menurutnya lebih sesuai, pemain berusia 26 tahun itu berhasil kembali tampil untuk Tottenham dan mulai membangun kebugarannya secara bertahap.

Cedera Lutut Panjang Membuat Kulusevski Menghadapi Masa Sulit

Gelandang serang Tottenham Hotspur harus melewati proses rehabilitasi yang berat setelah menderita cedera lutut pada Mei 2025. Gangguan fisik itu menghambat aktivitasnya sebagai pesepak bola profesional hingga sekitar 17 bulan. Dalam perjalanan rehabilitasinya, Kulusevski mengalami beberapa hambatan pemulihan. Kondisi itu menguji kesabaran serta ketekunannya. Kendati melakukan berbagai upaya pemulihan, pemulihannya tidak berjalan sesuai harapan. Perjuangan menghadapi cedera memberikan gambaran mengenai beratnya perjalanan seorang atlet.

Cedera Kulusevski dialami saat menjalani laga Premier League melawan Crystal Palace pada 11 Mei 2025. Dalam penanganan berikutnya, ia harus menjalani operasi pada Mei 2025. Walaupun operasi pertama telah dijalani, masalah lutut tersebut belum sepenuhnya teratasi. Pada Maret 2026, Kulusevski kembali mendapatkan tindakan pembedahan. Operasi berikutnya membuka tahap baru dalam rehabilitasi. Akan tetapi, kesiapan bermain tidak dapat diperoleh secara langsung karena beban pertandingan profesional sangat tinggi.

Kesulitan Menaiki Tangga Membuat Kulusevski Meragukan Kariernya

Bagian tersulit dari masa rehabilitasi adalah kesulitan melakukan aktivitas sederhana. Dalam wawancaranya, Kulusevski mengakui bahwa aktivitas naik tangga menjadi masalah bahkan ketika masa rehabilitasi telah berlangsung sangat lama. Untuk pemain yang terbiasa berlari dalam pertandingan, keterbatasan itu menjadi pengalaman berat. Kulusevski pada suatu tahap sempat memikirkan kemungkinan berhenti bermain. Meski terus berusaha mempertahankan harapan, rasa sakit yang belum juga membaik menuntut kesabaran luar biasa.

Kesulitan mental ketika menghadapi cedera panjang tidak semata-mata disebabkan absennya dari lapangan. Sebelum mengalami cedera, ia menjalankan rutinitas atlet dengan tuntutan tinggi. Selama menjalani rehabilitasi, kemampuan bergeraknya menjadi terbatas. Kesulitan dalam kegiatan harian dapat memengaruhi kepercayaan diri atlet. Dalam pengalaman pribadinya, Kulusevski terus berjuang menemukan pendekatan yang membantu. Perjuangan sang pemain menggambarkan beratnya proses kembali menjadi atlet profesional.

Pendekatan Rehabilitasi Baru Membawa Harapan bagi Dejan Kulusevski

Setelah menghadapi berbagai hambatan, Kulusevski menjalani pendekatan rehabilitasi berbeda di negara asalnya. Pertemuan tersebut menjadi titik balik menurut pengakuannya. Saat menjelaskan pengalamannya kepada kanal klub, Kulusevski menyebut bahwa fisioterapis membantu mengubah respons sistem sarafnya. Ia mengaku, reaksi tubuhnya terhadap gerakan tertentu mengalami perubahan. Perbedaan yang dirasakannya membangkitkan optimisme bahwa pemulihan masih mungkin dicapai.

Pernyataan mengenai perubahan sistem saraf penting ditempatkan dalam konteks yang benar. Gambaran yang disampaikan sang pemain menggambarkan perubahan yang ia rasakan selama latihan. Cerita pemulihan itu belum cukup untuk menetapkan efektivitas suatu teknik bagi setiap pasien. Pemulihan kondisi muskuloskeletal sering memerlukan penilaian individual. Karena itu, pendekatan yang dirasakan bermanfaat oleh Kulusevski tidak otomatis memberikan hasil identik kepada orang lain. Walaupun begitu, perubahan yang ia rasakan menjadi perkembangan berharga untuk mengejar kesempatan kembali bertanding.

Latihan Bertahap Membantu Kulusevski Mengembalikan Kondisi Fisik

Ketika mulai merasakan perubahan positif, Kulusevski kembali menjalani latihan dengan tekad lebih kuat. Dalam cerita yang dibagikan, ketidaknyamanan pada lutut masih sesekali dirasakan. Namun demikian, ia merasakan peningkatan kemampuan mengendalikan gerakan. Kemajuan yang dirasakan memberikan kesempatan meningkatkan aktivitas secara bertahap. Pada periode awal, Kulusevski menyebut bahwa cara berjalannya belum sepenuhnya normal. Walaupun demikian, kemajuan selama latihan berkelanjutan mendorongnya terus bekerja keras.

Proses kembali bermain seusai masalah lutut berkepanjangan memerlukan lebih dari sekadar hilangnya rasa sakit. Atlet yang bersaing di level tertinggi perlu menjalankan gerakan eksplosif secara berulang. Selain itu, kekuatan otot membutuhkan pemantauan yang tepat. Pada Agustus 2026, Tottenham memperlihatkan Kulusevski kembali berlatih di lapangan. Kegiatannya mencakup peningkatan beban fisik dan penguasaan bola sebagai bagian dari proses mempersiapkan pertandingan. Namun, kemajuan fisik tetap memerlukan penilaian lanjutan.

Kulusevski Akhirnya Kembali Bermain untuk Tottenham Hotspur

Penantiannya selama sekitar 17 bulan akhirnya membuahkan perkembangan menggembirakan pada 19 Oktober 2026. Ketika Tottenham menghadapi Coventry City, Kulusevski akhirnya mencatatkan penampilan kompetitif setelah menepi sejak Mei 2025. Pemain asal Swedia tersebut diturunkan menjelang akhir pertandingan. Kembalinya Kulusevski dalam pertandingan resmi menghadirkan suasana emosional di stadion. Pada pertandingan tersebut, Tottenham mengamankan tiga poin melalui hasil 3-1. Namun bagi Kulusevski, penampilan singkat tersebut menandai keberhasilan melewati masa sulit.

Setelah mencatatkan penampilan pertamanya, Kulusevski mendapatkan kesempatan tambahan untuk membangun kebugaran. Pada laga berikutnya menghadapi Chelsea, ia melanjutkan proses kembalinya dengan menit bermain terbatas. Pengaturan waktu bermain itu memberikan ruang untuk menilai kesiapan bertanding. Juru taktik Spurs, Roberto De Zerbi, sebelumnya menegaskan pentingnya persetujuan staf medis. Berdasarkan tanggapan sang manajer, kesempatan bermain sang gelandang mempunyai arti besar karena ia telah melalui masa pemulihan yang berat. Walaupun penantiannya telah berakhir, kesiapan bermain dalam durasi lebih lama masih perlu dinilai.

Dukungan Keluarga dan Tottenham Membantu Mental Kulusevski

Ketika menjalani pemulihan yang penuh ketidakpastian, Kulusevski tidak menjalani seluruh tantangan tanpa bantuan. Ketika menceritakan perjalanan pemulihan, ia mengungkapkan kekhawatiran kepada keluarganya. Kondisi tersebut memperlihatkan dampak cedera di luar lapangan. Perhatian dari lingkungan pribadi dapat membantu mempertahankan semangat. Sang gelandang kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada pendukung Tottenham. Baginya, kemampuan kembali bermain di hadapan suporter memberikan penghargaan emosional atas perjuangannya.

Juru taktik Spurs juga menunjukkan perhatian terhadap kondisi manusiawi sang pemain. Pada konferensi pers sebelum pertandingan Coventry, De Zerbi mengungkapkan kegembiraannya. Bagi sang pelatih, momen ketika Deki dinyatakan siap masuk skuad bukan sekadar tambahan pilihan pemain. Dukungan dari jajaran kepelatihan memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang. Meski dukungan emosional sangat penting, pengelolaan kondisi fisik tetap menjadi prioritas. Koordinasi antara pelatih, pemain, dan staf medis diperlukan dalam proses kembali ke kompetisi elite.

Penutup: Dejan Kulusevski Bangkit Setelah Perjuangan Cedera Panjang

Pengalaman panjang pemain asal Swedia tersebut setelah absen sekitar 17 bulan memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dalam dunia Sepak Bola profesional. Gangguan fisik yang membutuhkan operasi memaksa Kulusevski menjalani dua prosedur pembedahan. Setelah mengalami sejumlah kemunduran, ia melanjutkan pemulihan melalui penanganan tambahan. Pengalaman positif dalam sesi tersebut memberikan dorongan untuk kembali berlatih. Berkat kerja keras dan evaluasi kesiapan, Kulusevski mendapatkan kesempatan kembali ke lapangan pada Oktober 2026.

Walaupun berhasil mengakhiri masa absen panjang, penyesuaian terhadap intensitas kompetisi tetap diperlukan. Menambah menit bermain tetap membutuhkan pengelolaan yang cermat. Kisah tersebut memperlihatkan pelajaran relevan bahwa perkembangan setelah cedera tidak selalu mengikuti jadwal yang sama. Untuk pendukung Tottenham Hotspur, kembalinya Kulusevski menghadirkan harapan. Bagaimana pendapat Anda, apakah Dejan Kulusevski dapat menjadi pemain penting Spurs setelah pulih dalam perjalanan Tottenham musim ini? Bagikan pendapat Anda mengenai masa depan sang gelandang bersama Tottenham.

Related Articles

Back to top button